Tuesday, December 02, 2014

Masalah Sosial yang Terjadi di Masyarakat

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR #SOFTSKILL
MASALAH-MASALAH SOSIAL YANG TERJADI DALAM MASYARAKAT

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : keharusan makan, kependudukan, mempertahankan diri, dll.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dll.
1.Masalah sosial yang berasal dari faktor ekonomis yaitu
1.1. Kemiskinan
Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa menjamin hidupnya sendiri seperti orang lain pada umumnya.kemiskinan dapat diklasifikasikan dalam kehidupan masyarakat yang masih sederhana dan dalam masyrakat yang sudah tergolong komplek. Jadi ukuran keya atau miskin itu memang relatif tidak sama, tergantung pada siuasi dan kondisi masyarakat yang bersangkut. Yang jelas karena tidak adanya pemabgian kekayaan yang merata.
1.2. Pengangguran
Pengangguran adalah suatau keadaan dimana seseorang tidak mempunyai pekerjaan yang bia menjamin hidupnya sendiri.
2. Masalah sosial yang berasal dari faktor kebudayaan
Masalah sosial yang bersumber dai faktor kebudayaan biasanya yang paling menonjol bagi kehidupan manusia dalam masyarakat, yaitu jika manusia tidak mampu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan kebudayaan(cultural lag). Menurut DALDJUNI (1985), bahwa masalah sosial dapat bertalian dengan masalah alami ataupun masalah pribadi, maka ditunjau secara menyeluruh masalah sosial ternyata memiliki empey sumber penyebab, yaitu :
  1. Faktor alam (ekologis – geografis), ini menyangkut gejala menipisnya sumberdaya alam.
  2. Fattor biologis (dalm arti kependudukan), ini menyangkut bertambahnya umat manusia dengan pesat yang dirasakan secara nasional, regional, ataupun local.
  3. Faktor budayawi, ini menimbulkan berbagai kegoncangan mental dan bertalian dengan aneka penyakit kejiwaan.
  4.  Faktor sosial, dalm arti berbagai kebijaksanaan ekonomi dan politik yang dikendalikan bagi masyarakat.
  5. POKOK-POKOK MASALAH SOSIAL

3. Masalah sosial yang berasal dari faktor biologis
Masalah sosial yang bersumber dari faktor biologis ini misalnya, masalah-masalah yang menyangkut kependudukan dan keharusan biologis lainnya.bebarapa faktor penyebab timbulnya masalah sosial yang bersumber dari faktor biologis :
3.1. Faktor Keharusan Makan
Untuk kenyataan kehidupan sehari-hari bahwa keharusan untuk makan ternyata besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan timbulnya masalah sosial.
3.2. Faktor Kependudukan
Faktor kependudukan menyangkut bertambahnya jumlah manusia pada lapangan kehidupan tetap.
3.3. Faktor bagi manusia untuk mempertahankan diri
Manusai pada umumnya ternyata tidak dapat dipisahkan dari faktor ini, senbab bagaimanapun alasannya, yang pasti sifat hakiki manusia adalah pertama kali memntingkan dirinya sendiri sebagai makhluk individu. Akan tetapi dilain pihak individu tidak akan dapat mempertahankan dirinya sendiri, maka dari itu dia bergaul, bergabung atu mebabentuk kelompok sosial sebagaimana makhluk sosial lain.
4.  Masalah sosial yang berasal dari faktor psikologis
Masalah sosial bisa timbul oleh karena faktor psikologis, seperti kebingungan, disorganisasi, penyakit syaraf dan sebagainya. Dikatakan demikian oleh karena faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan manusia atau warga masyarakat tidak mampu untuk berpikir dan bertindak secara wajar.

Monday, November 24, 2014

Efek BBM Atas Kakek Penjual Buah Pisang Gendongan


Tuannya berkipas2 dengan sulaman mata uang, 
Kakekku hanya mampu mengelap keringat dengan bekas rajutan pelepah pisah yang mengering.
Tuannya semudah menghentikkan jari mengubah ekor2 bandrol harga mesin pengucur BBM
Kakekku kelu demi sekedar mengiyakan permintaan pembeli yang tak kepalang menawar sebiiji pisang
Tuannya tertawa terbahak bahak melihat digit deposit bertambah tiap harinya
kakekku hanya mampu bersyukur membawa beberapa lembar ribuan asal berat pisang dalam gendongannya berkurang setiap ia pulang
Tuannya  sibuk menunjuk ferrari warna apa yang ia pakai untuk melancong pagi ini
kakekku hanya mampu bertumpuh pada kaki rentanya menggendong beberapa sisir pisang sisa kemarin berangkat saat langit masih gelap
Tuannya bingung bagaimana menghilangkan lemak yang bertumpuk pada perutnya 
kakekku masih tetap kurus dengan perut rata dan tulang yang terbungkus kulit kusam 

Apakah ini yang namanya kehidupan, disaat perbedaan menjadi setajam mata pisau
segelintir penguasa mempermainkan harga dengan seenaknya, kami seluruh rakyat hanya mampu tertunduk patuh 
apakah Tuan tak berfikir, Tuan ada karena kami yang menunjuknya
amanah dan janji janji yang pernah Tuan lontarkan, tidak kah Tuan mengingatnya ha?
Tidak kah Tuan takut akan adzab Tuhan bagi pemimpin yang tidak amanah

Wahai tuanku, sadarlah sadarlah
tak hanya kakekku yang menanggung pedih dari segala kepahitan naiknya harga BBM
Ibu penjual nasi uduk, abang sopir angkot, mbak mbak penjual sayur, dan puluhan juta rakyat Tuan menjerit dalam hati
Memang dalam hidup ada pilihan yang harus dipilah, baik itu getir haruslah tetap ditelan 
Semoga dengan getirnya pilihan Tuan ini mampu memberikan manfaat bagi negeri ini kelak
Bagi Tuan - Tuanku yang masih belum memegang amanah
kami, hanya mampu berdoa semoga Tuan segera bertaubat, dan negeri ini segera aman, damai dan sejahtera

Tuesday, November 18, 2014

Nenek Pemungut Botol Gelas Plastik Bekas

Nenek Minah membawa kardus berisi botol dan gelas plastik bekas
Deskripsi Object :

Saat pukul 5 sore ketika mahasiswa reguler pulang dan mahasiswa eksekutif datang, sesosok nenek yang menggunakan baju lusuh dan rok yang sama sambil membawa kedua cucunya mulai memunguti botol dan gelas plastik bekas minuman mahasiswa di area Kampus Budi Luhur, Ciledug. Sebut saja namanya nenek minah, ia berinisiatif mau melakukan hal itu karena berniat untuk membantu petugas kebersihan di BL. Tak jarang mahasiswa memberikan uang seribu dua ribu setidaknya berbelas kasihan pada si nenek yang sudah memasuki usia senja, yaitu 63 tahun. Namun sang nenek acap kali sering menolaknya, "buat apa nak? Uang nenek masih ada kok" "buat uang jajan cucu nenek di sekolah", "terimakasih yaa, kalo misal di kosan atau di rumah butuh tukang cuci, atau setrika, atau apa sajalah yang nenek bisa bilang ya mba". Penghasilannya perharinya  berkisar 20 ribu rupiah tiap malam setelah menyetor botol dan gelas minuman bekas di pengepul dekat kampus. Dengan uang segitu ia masih mampu untuk memberikan sarapan dan bekal untuk cucunya. Cucu pertamanya kelas 5 SD yang ke dua kelas 2 SD. Sejak kecil keduanya dirawat oleh neneknya, ayahnya entah kemana sedang ibu kandungnya menjadi TKW dan belum pernah pulang. Kegiatan rutinitasnya tiap pagi adalah memasak untuk cucunya dan beres-beres rumah sambil menunggu cucunya pulang sekolah dan sore harinya mengaji di surau dekat rumahnya. Rumah hangatnya berupa rumah kardus beratapkan seng persis di belakang kampus Budi Luhur. Namun nenek ini tidak pernah mengeluh, setidaknya ia beretikad selagi masih bisa bekerja dan halal apapun ia lakukan, tidak mengemis dan meminta belas kasihan orang lain serta senantiasa bersyukur atas setiap keadaan yang di gariskan.

Argumen :
Nenek yang usianya sudah renta memasuki 63 tahun, ia masih tetap kuat dan memilih untuk memunguti botol dan gelas minuman dibandingkan mengemis. Hal ini patut kita apresiasi, setidaknya ia masih berusaha untuk mencari nafkah tidak mengharap uluran tangan orang lain. Dengan berpenghasilan 20rb bila kita bayangkan hidup di Jakarta yang semuanya serba mahal, nenek ini bisa mencukupi kehidupannya. Senantiasa bersyukur kuncinya. Usia renta, badan yang sudah tak kuat membawa dirinya sendiri ketika diberi imbalan oleh orang lain, ia merasa sedikit keberatan, malah meminta bila ada pekerjaan yang bisa ia lakukan, ia akan kerjakan. Hal ini patutnya dapat kita jadikan sebagai cambuk diri, kita diusia yang masih belia, dimana otak dan badan yang masih kuat dan cemerlang seharusnya bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain. Bekerja tanpa mengeluh, dan senantiasa bersyukur.

Konflik Internal Divisi

Ini adalah cerita dari rekan kerja saya sendiri yang mengeluhkan terdapat konflik berkepanjangan dari pihak internal divisinya.

Sebut saja namanya Mba Whena, ia mulai bekerja pada agustus 2013, tidak lama setelah saya masuk ke kantor ini. Ia sudah bekerja merantau di jakarta sejak 2010, jadi setidaknya ia sudah memiliki 4tahun pengalaman kerja. Pada saat ia sudah mulai masuk dan bekerja pada bagiannya, semua database pelanggan dan mitra acak-acakan. Ia berinisiatif untuk melakukan pengecekan dan merapihkan data tersebut satu persatu. Ketika database pelanggan tersebut sudah rapih dan terstruktur, ia mendapatkan apresiasi dari Asman (Assisten Manager) dan Managernya "Good Job". Teman satu divisinya yang lebih senior merasa tersaingi, ia seperti berkomplot dengan staff yang lain. Seakan memojokkan posisi mba whena yang baru. Segala hal keburukan ia beberkan entah itu benar atau salah, sayangnya mereka tak ada niatan untuk klarifikasi. Disini seakan mba whena jadi serba salah. Disaat project telah selesai, bu ipeh kembali menangani site management yaitu staff diatas mba whena. Database yang sudah rapi dan benar diacak acak kembali oleh bu ipeh, segala hal dicari kesalahannya. Sebagai karyawan, Mba whena hanya bisa menuruti apa kata atasan. Sempat sedih, drop, down. Namun bu Rini selaku manager memberikan motivasi dan penguat agar mba whena sabar dan tabah mengalami kemelut pekerjaan. Sebenarnya asman dan manager divisinya adalah orang yang objective dalam hal pekerjaan. Selagi karyawannya melaksanakan pekerjaan beres, tepat waktu, tanpa kendala, yasudah hal itu patut diapresiasi terlepas ada masalah atau sentilan informasi yang tidak semestinya di perberatkan di ranah pekerjaan. Namun, jika hanya 2 orang yang berpikiran demikian, sementara yang lainnya masih terpaku pada subjective apalagi bila itu adalah ibu ibu, susah sekali untuk mengatasinya. Yang bisa kita lakukan hanyalah toleransi, bekerja sebaik mungkin entah itu masih dianggap salah setidak nya kita berusaha melaksanakan yang terbaik, bila ada kesalahan segera kita lakukan perbaikan. Mana yang  benar dan yang bekerja keras pasti di akan ada hasilnya.

Argumen :
Seharusnya bila kita bicara pada ranah pekerjaan kita tidak membawa-bawa masalah pribadi, dan merubah mindsite kita menjadi objective terhadap hasil karya seseorang. Seseorang yang telah berkarya, menghasilkan sesuatu patutlah mendapat apresiasi. Memang setiap orang berbeda - beda, ada yang bisa objective, ada yang bisa menerima persaingan ada pun yang tidak. Kita sebagai rekan kerja hanya bisa saling toleransi, dan melakukan semua pekerjaan dengan ikhlas dan sebaik mungkin. Suatu saat nanti pasti kita akan menuai hasilnya.
(dalam lingkaran kuning) Mba Whena, beserta rekan divisinya

Monday, November 17, 2014

Ringkasan dan Makna Sosial Film 9 Summer 10 Autumn

Diceritakan bahwa Iwan (Ihsan Tarore) adalah seorang pemuda penyendiri yang hidup seorang diri di New York, Amerika Serikat. Setelah mengalami peristiwa perampokan di sebuah terowongan kereta bawah tanah, Iwan termangu dan mulai menghadirkan kembali kenangan tentang seseorang yang membawanya menengok kembali ke masa lalu, tentang cinta keluarga yang menyelamatkan semuanya.

Iwan adalah anak lelaki yang tumbuh besar bersama keluarganya yang sederhana di sebuah kampung di kaki Gunung Panderman, di rumah berukuran 6x7 meter. Ayah Iwan (Alex Komang) adalah seorang sopir angkot yang sangat mengharapkan agar Iwan tumbuh menjadi lelaki tangguh yang membantu mencari penghidupan untuk keluarganya, namun Iwan adalah sosok yang berbeda dari yang diharapkan ayahnya. Iwan adalah seorang anak yang sangat cerdas dalam belajar, terutama matematika, dan bermimpi untuk membangun kamar sendiri yang tidak kecil seperti rumahnya yang sekarang. Hidup bertujuh dengan segala sesuatu yang terbatas, membuat Iwan bahkan tak memiliki kamar sendiri. Ayah Iwan tak bisa mengingat tanggal lahirnya, sementara ibunya tidak tamat Sekolah Dasar. Ia tumbuh besar bersama empat saudara perempuan.

Pendidikanlah yang membentangkan jalan keluar dari penderitaan. Dengan kegigihan, anak Kota Apel, Malang dapat bekerja di "The Big Apple", New York. Sepuluh tahun mengembara di kota paling kosmopolit itu membuatnya berhasil mengangkat harkat keluarga sampai meraih posisi tinggi di salah satu perusahaan top dunia.

Makna sosial yang dapat kita petik :
Dalam keadaan terhimpit sekalipun selalu bersyukur, dalam film ini kita tau bahwa iwan kecil hanya ingin bercita - cita memiliki kamar sendiri sangat sederhana bukan, dibanding kita dari kecil minta ini itu yang selalu dituruti. Dia selalu sabar dan tak menuntut karena sadar akan ekonomi orang tuanya serta kebutuhan dari ke tujuh saudaranya yang mesti ditanggung oleh bapaknya yang hanya sebagai sopir.
Selalu belajar, tidak putus asa. Menyadari bahwa ia tak bisa sekuat dan setangguh ayahnya. Iwan bekerja keras melalui otaknya. Ia bersekolah berusaha untuk mendapat kan beasiswa, hitung-hitung bisa mengurangi beban keluarganya sampai ia sarjana.
Sukses di perantauan tak membuatnya puas diri. Ia terus belajar dan bekerja dengan teliti dan seksama hingga akhirnya ia ditarik ke perusahaan asing sampai mendapatkan posisi tertinggi.
Di perantauan selama 10 tahun tak membuatnya lupa dengan kampung halaman. Padahal kariernya sedang dalam puncaknya, ia memilih untuk pulang ke indonesia demi membangun negeri. Anak bangsa yang mulia, yg tak lupa dengan tanah airnya.

Sosok yang Dikagumi

Sosok yang saya kagumi adalah :

Asman saya, budi stefanus pasaribu
Beliau adalah sosok yang ramah, bertanggung jawab, cerdas, tenang, dan bersahabat. Di kantor IM2, kami tergabung dalam sub divisi NOC Security and Performance. Beliau sudah saya anggap sebagai guru saya sendiri. Semua pertanyaan apapun yang saya ajukan, semuanya bisa ia jawab. Ia juga tidak sombong dengan pengalaman, wawasan, serya pemikiran yang cerdas.

Kami bertiga dalam satu sub divisi ini tak pernah ada kesenjangan antara bos dan anak buah, kita tim, kita partner.
Ia juga bukan pribadi yang kaku, selalu luwes menghadapi siapapun, kapanpun, dimanapun. Kontribusinya terhadap im2 sangat besar. Ia lah yang memegang kendali map jaringan backbone seluruh indonesia setelah dilepas oleh anwar saifudin aka "hoho" yang merupakan kakak angkatan alumni sekolah saya juga.

Setiap kali saya merasa tidak mampu, atau sedang drop beliaulah yang memberikan semangat dan motivasi untuk maju kedepan. Ia selalu bilang : kamu bisa, kamu harus sukses, jauh jauh datang ke jakarta rugi kalo masi sama/setara dengan yang lain, ingat perjuanganmu masih panjang ga cukup sampai disini". Ia memanglah bukan boss, tapi dia adalah leader yang cukup untuk dikagumi.
Saat memberikan tugas pun, dengan sopan beliau meminta kepada saya, bertanya apakah sedang sibuk, bisa minta tolong sebentar. Dan misal apabila saya membuat kesalahan, ia tak pernah langsung menyalahkan hanya berucap "sebentar, coba bisa dicek kembali ? Kok rasanya ada yang kurang ya mba". Dan kalo misal saya tidak mampu atau tidak tau cara melakukannya , beliau selalu tersenyum sambil berucap "bingung ya mba, coba perkatikan pelan" dan ikuti intruksi saya"

Saya ingin seperti beliau yang luwes dan bertanggung jawab dalam pekerjaannya, selalu ramah dan bersahabat dengan siapapun, dan terutama cerdas dalam berfikir dan bertindak. Berjejer sertifikat jaringan yang telah beliau kuasai tak menyurutkannya untuk terus belajar terus belajar. Pribadi yang hangat dan menyenangkan.

Monday, November 10, 2014

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk di dunia ini makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya. Dengan begitu, maka bertambahlah sistem matapencaharian hidup menjadi lebih kompleks.
Secara umum ada tiga faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, di antaranya sebagai berikut:

1.      Kelahiran (Fertilitas)

Kelahiran adalah istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup, atau dalam pengertian lain fasilitas adalah hasil produksi yang nyata dari fekunditas seorang wanita. Berikun ini penjelasan mengenai pengukuran fertilitas:

a.        Pengukuran fasilitas tahunan adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk pada tahun tersebut. Adapun ukuran-ukuran fertilitas tahunan adalah:
-          Tingkat fertilitas kasar (crude birth rate) adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk.
-          Tingkat fertilitas umum (general fertility rate) adalah jumlah kelahiran hidup per-1000 wanita usia reproduksi (usia 14-49 atau 14-44 tahun) pada tahun tertentu.
-          Tingkat fertilitas menurut umur (age specific fertility rate) adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
-          Tingkat ferlititas menurut ukuran urutan penduduk (birth order specific fertility rates) adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.

b.      Pengukuran fertilitas komulatif adalah pengukuran jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnyaAdapun ukurannya adalah:
-          Tingkat fertilitas total adalah jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan jumlah tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya dan tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada priode waktu tertentu.
-          Gross reproduction rates adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa produksinya.

2.      Kematian (mortalitas)

Kematian adalah ukuran jumlah kematian umumnya karena akibat yang spesifik pada suatu populasi. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per- 1000 individu per-tahun, hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per-tahun.

3.      Perpindahan (migrasi)

Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau kerana over populasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya fertilitas penduduk :
1.  Faktor demografi, antara lain adalah:
a.           Struktur umur
b.           Struktur perkawinan
c.            Umur kawin pertama
d.           Paritas
e.           Disrupsi perkawinan
f.            Proporsi yang kawin
2.  Faktor non demografi, antara lain adalah:
a.           Keadaan ekonomi penduduk
b.           Perbaikan status perempuan
c.            Tingkat pendidikan
d.           Urbanisasi dan industrialisasi.

Thursday, October 30, 2014

Pengertian, Tujuan, Perbedaan, dan Persamaan ISD dan IPS

Pengertian


Untuk menjawab dan memecahkan berbagai persoalan yang ada dalam kehidupan maka lahirlah berbagai macam ilmu pengetahuan. Berdasarkan sumber ilmu filsafat yang di anggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan di kelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu :
  1. Ilmu-ilmu Alamiah (natural science). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas.
  2. Ilmu-ilmu sosial (social science). ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
  3. Pengetahuan budaya (the humanities) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menelaah tentang masalah-masalah sosial di dalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah manusia .

Maka dari itu pelajaran ilmu sosial dasar diberikan kepada mahasiswa sebagai suatu bahan program studi atau mata kuliah umum. Mata kuliah umum sosial dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya .


Tujuan


Tujuan Ilmu Sosial Dasar

a. Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan social dapat dipertajam.


b. Tujuan khusus:
  1. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-maslah sosial yang ada dalam masyarakat.
  2. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  3. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya).
  4. Memahami jalan pikiran para ahli dalalm bidang ilmu pengetahuan lalin dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalalm rangka penanggulangan maslah sosial yang timbul dalam masyarakat.

Perbedaan antara ISD dan IPS


Ilmu sosial dasar diberikan di Perguruaan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
Ilmu sosial dasar merupakan mata kuliah tunggal sedangkan ilmu pengetahuan sosial dasar merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran(untuk sekolah lanjutan).
Ilmu Sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang ilmu pengetahuan social diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

Persamaan antara ISD dan IPS


Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan.
Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.

Golongan Bahan Pelajaran ISD


Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elemnter saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
Masalah-masalh yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara yang satu dengan yang lainnya berbeda.


Monday, October 27, 2014

Social Media di Kalangan Petinggi Negara

Beberapa tahun belakangan ini membuat masyarakat berlomba – lomba untuk mengikuti
perkembangan teknologi dan informasi, terutama penggunaan social media. Dimulai dari Facebook sebagai trendsetter maraknya social media, disusul twitter, youtube, dan gallery instagram. Tak hanya dalam lingkup masyarakat jajaran petinggi negara layaknya presiden Indonesia 2 tahun belakangan ini aktif menggunakan media sosial sebagai penyampaian pendapat dan isue – isue terkini. 

Sebelum media sosial populer, para pemimpin negara lebih sering memanfaatkan televisi dan radio. Namun, kini media sosial menyediakan semuanya, tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga dalam bentuk foto dan video. Ini lompatan jauh dunia komunikasi sesuai zamannya. Ketika Presiden SBY sedang berada di luar negeri, Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) disahkan DPR melalui voting. Menanggapi banyaknya kritik rakyat pengguna media sosial yang membuat hashtag #ShameOnYouSBY dan #ShamedByYou di Twitter, Presiden SBY kemudian menjelaskan melalui Youtube tentang sikapnya terhadap UU Pilkada.

Dalam video selama 15 menit 24 detik yang diunggah ketika masih dalam perjalanan ke luar negeri, Presiden SBY menegaskan sikapnya untuk memastikan hak pilih rakyat tidak dihilangkan dengan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. Sikap serupa ia sampaikan melalui Facebook dan Twitter.

Subscriber video SBY di Youtube sampai awal Oktober 2014 tercatat 8.267. SBY juga memiliki akun resmi Twitter dengan jumlah pengikut (follower) sebanyak 5,62 juta. Fan page Presiden SBY yang dikelola staf khusus presiden di-"like"3.657.118. Jika SBY sendiri yang mem-posting pendapat-pendapatnya, di belakangnya tertera *SBY*.

Presiden SBY sebenarnya belum lama membuat akun-akun media sosial tersebut. Namun, popularitas media sosial di Indonesia yang sangat tinggi tampaknya membuat ia harus berkomunikasi dengan rakyatnya yang sebagian besar pengguna media sosial.

Yang menarik, ketika ribuan orang mem-bully SBY di Twitter terkait UU Pilkada, Presiden tidak menunjukkan reaksi negatif. Bahkan, terkesan dia menerima hal itu sebagai konsekuensi atas aktifnya dia sebagai pengguna media sosial. Selain mengemukakan pendapat merupakan bagian dari proses demokrasi, SBY tampaknya juga memahami sifat media sosial yang spontan dan langsung.

Seiring dengan perkembangan jaman, mau tak mau jajaran pemerintah juga harus mengikuti kemajuan teknologi yang sedang marak di masyarakat. Tak ada salahnya jika jajaran pemerintah juga menggunakan social media sebagai pendekatan ke masyarakat dan informasi fakta dari narasumbernya langsung . 

Dengan ini pemerintahan menjadi lebih transparan dan masyarakat dapat menyalurkan aspirasi secara langsung tanpa kekerasan dan anarki. Serta dengan adanya social media ini, lambat laun dapat mendidik masyarakat berbudaya berkomentar/menanggapi sesuatu dengan kritis dan beratitude.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/10/06/23000061/Komunikasi.Pemimpin.Negara.di.Media.Sosial

Animo Masyarakat tentang Pelantikan Presiden Baru RI – 7

Presiden Republik Indonesia RI Ke 7 telah terpilih, yaitu pasangan Joko Widodo – Jusuf Kala yang akrab kita sebut pasangan JKW-JK. Pagi tadi, sekitar pukul 9 telah dilantik presiden baru kita di Gedung MPR RI. Masyarakat seluruh Indonesia antusias terlihat dari banyaknya masyarakat yang berbondong – bondong menuju halaman gedung MPR – RI sampai jalan Medan Merdeka. Sampai – sampai koridor busway dari arah dukuh atas – Semanggi arteri ke arah Monas khusus hari ini ditutup. Karena dipenuhi dengan masyarakat berbaju putih – putih yang antusias menyambut Presiden RI kita yang baru serta pelepasan Presiden SBY yang telah menjabat 10 tahun ini. 

Tak hanya di Jakarta, seluruh Indonesia juga menyaksikan pelantikan tersebut melalui media layar kaca, radio, dan streaming. Masyarakat Indonesia 
yang berada di luar negeri khususnya Mahasiswa Monash (Australia) juga tak mau kalah ingin memberi ucapan selamat kepada Jokowi. Dengan pergantian presiden Indonesia ini, seluruh warga Indonesia memiliki ribuan harapan baru yang di pikul oleh pasangan Jokowi-JK ini. Masyarakat berharap Indonesia menjadi negara lebih baik, bisa menjadi Negara yang Mandiri, yang mampu berdiri dan berkarya di negeri sendiri. 

Interaksi Sosial :

Interaksi antara masyarakat seluruh Indonesia baik yang berada di dalam maupun luar Negeri antusias 

menyambut Presiden Ke – 7 kita.

Status Sosial :

Tanpa memandang status sosial seluruh masyarakat ikut berpartisipasi dalam hal penyambutan 

Presiden RI baru kita.
Sumber : kompas.com/Mahasiswa.Australia.Pun.Ucapkan.Selamat.untuk.Jokowi

Negara penduduk terbanyak sedunia, Indonesia mendapat ranking ke 4

Dalam survey awal tahun 2014, hasil jumlah sensus penduduk dunia Indonesia masuk ranking 5besar bersaing dengan Negara Brasil di posisi ke 5. Indonesia berada di peringkat ke-4 dengan jumlah penduduk mencapai 253,60 juta jiwa dan disusul Brasil yang mencapai 202,65 juta jiwa. Negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia berada di peringkat ke-43 dengan jumlah penduduk yang mencapai 30,07 juta jiwa berdasarkan biro sensus AS per 2014 ini. 

Dengan jumlah penduduk yang tidak sedikit ini, seharusnya ditunjang dengan perubahan infrastruktur negara dan tata kota yang menunjang untuk masyarakat. Disamping itu juga dari sisi masyarakat juga harus ditingkatkan dalam kepedulian lingkungan. Tidak melulu hanya menuntut untuk perubahan negeri serta merta merusak fasilitas negara yang telah ada. 

Seharusnya dari kelebihan jumlah penduduk ini, Indonesia tidak perlu pusing-pusing untuk mencari SDM sebagai pegawai atau pelaksana pembangunan negara. Indonesia hanya perlu membenahi mutu SDM dari segi ilmu, wawasan, atitude. Dan hendaknya perubahan itu ebih mudah dilaksanakan dan ditanamkan ketika sejak dini. Misal dengan perubahan sistem pendidikan dari TK – SD penanaman kepedulian lingkungan dan kemandirian. Ya boleh saja sedikit banyak kita meniru sistem pendidikan seperti di Jepang dan Korea yang menanamkan jujur dan disiplin sejak dini. Itu membentuk karakter masyarakat menjadi jujur dan meminimalisir tindakan korupsi dari akar – akarnya.


Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/06/134053/2517461/4/negara-dengan-penduduk-