Thursday, October 13, 2016

Mendeklarasikan Kelas dari Class Diagram

Pada postingan sebelumnya, kita telah mempelajari bagaimana membuat use case dan class diagram. Nah kali ini saya akan mencoba menjelaskan bagaimana mendeklarasikan kelas itu sendiri dari class diagram yang sudah kita buat. 

Disini terdapat diagram sistem Bank Blood atau Bank dari donor darah sebuah rumah sakit. 
Blood Bank - Class Diagram

Disini dapat kita lihat terdapat 8 kelas, yaitu :
1. Recepsionist
2. Donor
3. Hospital
4. Inventory_Manager
5. Organization_Admin
6. Blood
7. Lab_Technicians
8. Nurse

Bagaimanakah keterkaitan dan fungsi dari masing - masing kelas tersebut ? 
lebih lengkapnya kita jabarkan tiap kelas dari diagram class diatas dalam sebuah deklarasi code struktur sederhana pada java, kita coba simak lebih lanjut

1. Recepsionist
struktur code pada receptionist.java

Kita deklarasikan kelas receptionis menjadi public class agar semua class dapat mengaksesnya, kita deklarasikan variable didalam class ini yaitu string untuk name, char phone number, char email, char address. Kemudian untuk fungsi Register_donor kita dapat mendeklarasikan dalam void, yang didalamnya menggunakan variable yang telah kita deklarasikan di awal. Disini receptionis berfungsi me-register pendonor, selanjutnya kita akan berpindah ke class donor

2. Donor
struktur code pada donor.java

kita deklarasikan class donor dengan class public, class ini merupakan turunan dari receptionist. Kita deklarasikan masing-masing variable informasi yang dibutuhkan untuk class donor, yaitu name, age, email, phone number, dan address. Fungsi class donor disini adalah donate dan register. Masing-masing fungsi kita deklarasikan dengan void di dalam class donor.

3. Hospital
struktur code pada hospital.java
sama seperti sebelumnya kita deklarasikan class hospital menjadi public class, kemudian kita deklarasikan masing-masing variable nya. fungsi dari class ini adalah order bank darah dan melakukan pengadaan darah sesuai kebutuhan rumah sakit.

4. Inventory Manager

sama seperti sebelumnya kita deklarasikan class Inventory_managers menjadi public class, kemudian kita deklarasikan masing-masing variable nya. fungsi dari class ini yaitu mencatat jumlah permintaan darah yang dibutuhkan rumah sakit, memproses pesanan darah, memilah darah yang dapat diterima ataupun di reject untuk selanjutnya dapat dikirimkan ke rumah sakit sesuai kebutuhan.
5. Organization_Admin
sama seperti sebelumnya kita deklarasikan class Organization_admin menjadi public class, kemudian kita deklarasikan masing-masing variable nya. fungsi dari class ini adalah mencatat staff yang beroperasi pada rumah sakit.

6. Nurse

sama seperti sebelumnya kita deklarasikan class Nurse menjadi public class, kemudian kita deklarasikan masing-masing variable nya. Class Nurse merupakan penurunan class dari org_admin, nurse merupakan staff yang bertugas, dan dapat melakukan tugasnya jika telah mendapat lisensi dari organisasi admin. 

7. Blood

 
sama seperti sebelumnya kita deklarasikan class blood menjadi public class, kemudian kita deklarasikan masing-masing variable nya. blood merupakan class yang menampung data darah yang telah diterima oleh pihak bloodbank.

8. Lab_Technicians

sama seperti sebelumnya kita deklarasikan class lab_technicians menjadi public class, kemudian kita deklarasikan masing-masing variable nya. Lab_Technicians merupakan class yang menampung data darah yang akan dilakukan pengetesan, darah yang dapat diterima ataukah direject.

Oke, semua class sepertinya sudah saya jelaskan masing-masing fungsi, deklarasi dan struktur codenya. Semoga menambah pengetahuan teman teman readers ya, maaf apabila ada salah kata, silahkan comment dibawah ini.

Terimakasih sudah menyimak postingan kali ini

Semangat belajar~
14102016
-LelyNovia





Thursday, October 06, 2016

Mengulik Use Case dan Class Diagram - Instagram

Hai,
untuk artikel tugas kali ini, saya mencoba untuk sedikit mengulik tentang use case dan class diagram. Sebelumnya udah pada tau belom use case itu apa ? dan class diagram itu apa pula ? fungsinya buat apa si ? Selengkapnya kita simak beberapa penjelasan berikut yuk

Use Case Diagram

Usecase diagram adalah diagram usecase yang digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya. Diagram usecase tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem. Melalui diagram usecase dapat diketahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada sistem (Rosa-Salahudin, 2011: 130). Nama suatu usecase haru sdidefinisikan sesimple mungkin dan dapat dipahami.  
Komponen-komponen yang ada pada usecase adalah :  
  1. Aktor.
    Merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang akan dibuat. Jadi walaupun simbol aktor dalam diagram usecase berbentuk orang, namun aktor belum tentu orang. 
  2. Usecase.
    Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang slaing berinteraksi atau bertukar pesan antar unit maupun aktor. 
  3. Relasi.
    Merupakan hubungan yang terjadi pada sistem baik antar aktor maupun antar usecase maupun anatara usecase dan aktor.

nah disini kita mulai paham kan tentang use case diagram, disini saya mengambil contoh dari aplikasi yang hits 1 dekade belakangan ini, tau ga si aplikasi dimana kita punya mini album yang bisa kita upload sesuka hati serta dapat response like atau comment bagi yang mengikuti album kita? yap Instagram, siapa si hari gini yang ga punya instagram hehe. 


selanjutnya, gimana si use case dari instagram itu sendiri, berikut ilustrasi nya :

Use Case Diagram -  Instagram
Dari diagram diatas, terdapat 4 aktor yang terlibat dalam sistem Instagram dengan fungsi masing-masing sbb:
  1. User (Pengguna, dapat melakukan aksi search, edit info/bio, capture/ambil file dalam gallery kemudian dapat di edit dengan utility dalam instagram, kemudian share dengan mencantumkan hash tag, tag  teman, linke foto, dan memberikan komentar)
  2. Host, (sebagai media posting foto/video yang diupload oleh user).
  3. Social Network, (share sosial media selain instagram, seperti facebook, twitter, flickr, tumblr).
  4. Follower, (Teman/user lain yang follow akun, dapat menambahkan tag pada foto yg sudah diupload user, memberikan like dan komentar)

Class Diagram

Selanjutnya kita akan belajar tentang Class Diagram, yaitu kumpulan objek-objek dengan dan yang mempunyai struktur umum, behavior umum, relasi umum, dan semantic/kata yang umum. Class-class ditentukan/ditemukan dengan cara memeriksa objek-objek dalam sequence diagram dan collaboration diagram. Sebuah class digambarkan seperti sebuah bujur sangkar dengan tiga bagian ruangan. Class sebaiknya diberi nama menggunakan kata benda sesuai dengan domain/bagian/kelompoknya (Whitten L. Jeffery et al, 2004).

Elemen-eleman class diagram dalam pemodelan UML terdiri dari: Class-class, struktur class, sifat class (class behavior), perkumpulan/gabungan (association), pengumpulan/kesatuan (agregation), ketergantungan (dependency), relasi-relasi turunannya, keberagaman dan indikator navigasi, dan role name (peranan/tugas nama).
Simbol-simbol class diagram




  1. Class
    adalah blok - blok pembangun pada pemrograman berorientasi obyek.Sebuah class digambarkan sebagai sebuah kotak yang terbagi atas 3 bagian. Bagian atas adalah bagian nama dari class. Bagian tengah mendefinisikan property/atribut class. Bagian akhir mendefinisikan methodmethod dari sebuah class.
  2. Association
    Sebuah asosiasi merupakan sebuah relationship paling umum antara 2 class dan dilambangkan oleh sebuah garis yang menghubungkan antara 2 class. Garis ini bisa melambangkan tipe-tipe relationship dan juga dapat menampilkan hukum-hukum multiplisitas pada sebuah relationship.(Contoh: One-to-one, one-to-many,many-to-many).
  3. Composition
    Jika sebuah class tidak bisa berdiri sendiri dan harus merupakan bagian dari class yang lain, maka class tersebut memiliki relasi Composition terhadap class tempat dia bergantung tersebut. Sebuah relationship composition digambarkan sebagai garis dengan ujung berbentuk jajaran genjang berisi/solid.
  4. Dependency
    Kadangkala sebuah class menggunakan class yang lain. Hal ini disebut dependency. Umumnya penggunaan dependency digunakan untuk menunjukkan operasi pada suatu class yang menggunakan class yang lain. Sebuah dependency dilambangkan sebagai sebuah panah bertitik-titik.
  5. Aggregation
    Aggregation mengindikasikan keseluruhan bagian relationship dan biasanya disebut sebagai relasi.
Berikut contoh Class diagram pada Instagram :
Class Diagram - Instagram

Naah sudah paham kaan antara use case dan class diagram. Terimakasih sudah membaca blog saya, semoga bermanfaat :)



07102016 02:26
LelyNovia



Saturday, May 14, 2016

My Future Dream

What i want to do next

Saya lely novia cahyaningrum, 20 tahun. Mahasiswi gunadarma sejak september 2014. Setelah lulus SMK saya melanjutkan untuk kerja terlebih dahulu selama setahun kemudian melanjutkan kuliah dengab jurusan Sistem Informasi. Sebenarnya dari SMP list future dream saya sudah ada namun masih random. Misal nih karena saya suka sejarah, kemudian bercuta cita pengen jadi archeolog. Namun dipikir pikir lagi jadi dokter asyik juga namun saya ngeri dengan darah dan pasien yang bawel. Kalo dokter gizi, ahli gizi tentang kadar makanan ato bisa ke kosmetik seru juga tanpa berhubungan dengan darah dan semacamnya. Lulus SMP unpredictable saya mencoba masuk ke SMK Telkom, dimana saya yang ga terlalu addict dengan pelajaran berbau konputer karena njelimet dll. Tapi apa salahnya buat ga dicoba ? Tes segala macem saya lulus dan bertemu dengan teman teman baru. Sedikit demi sedikit saya bisa mengikuti pelajaran, mulai dari pemrograma, networkjng, design, dan database. Saat kelas 3 galau lagi melanjutkan ke mana. Fokus ke bidang apakah sebaiknya karena saya sudah tertarik dengan semuanya haha #labillagi. Iseng setelah lulus UN, guru networking saya memberikan pelatihan jaringan, daripada dirumah ato main ga jelas saya join bersama temen" lainnya dan rata" semua cowo hihi. Aah semakin lama semakin terjun ke networking semakin jatuh cinta. Selain technical network wanita indo yang masi jarang, ilmunya yang seru untuk diutak atik, tergiur juga untuk tawaran pekerjaan yang memungkinkan banget buat jalan jalan sambil kerja (hoby jalan jalan siy ya) haha.

Trus what i want to do next ?

Yang pasti setelah lulus kuliah ini dan terkumpul uang yang lumayan selama saya kerja, saya mau ambil semua sertifikasi jaringan sampe ke expert (amiin). Menjadi penerus teknisi jaringan wanita di indo yang handal. Trainer muda yang berbakat. Setelah uang saya terkumpul banyaak, saya mau berangkatin haji orang tua saya, beli rumah dan asset segala macem. Dan tak memungkinkan dalam perjalanan tersebut atau dalam waktu dekat ini bila sudah bertemu dengan partner yang cocok will be married soon ! Haha.

Nikah muda? Yaap saya pengikut aliran tsb dan sedikit banyak ikut seminar pranikah dan diem diem kepo in ig nya ibu ibu muda inspiratif dan bayi lucu kucu yang pengen punya sendiri nantinya *eeh haha

Maybe that's all. Semoga bisa terwujud semua aamiin

Friday, April 22, 2016

Six Sigma dan 5 Tahapan DMAIC




Pengertian Six Sigma dan 5 Tahapannya
Metodologi Six Sigma pertama kali diperkenalkan oleh Motorola pada tahun 1987 oleh seorang Engineer yang bernama Bill Smith dan mendapat dukungan sepenuhnya oleh Bob Galvin sebagai CEO Motorola pada saat itu sebagai Strategi untuk memperbaiki dan meningkatkan proses serta pengendalian kualitas (Proses Improvement and Quality Control) di perusahaannya.  Six Sigma mulai terkenal dan menjadi Populer di seluruh dunia setelah Jack Welch mempergunakannya sebagai Bisnis Strategi  di General Electric (GE) pada tahun 1995.


Pengertian Six Sigma

Secara umum, Six Sigma adalah suatu metodologi yang dipergunakan untuk melakukan upaya perbaikan dan peningkatan proses yang berkesinambungan atau terus menerus (Continuous Improvement). SIX SIGMA berasal dari kata SIX yang berarti enam (6) dan SIGMA yang merupakan satuan dari Standard Deviasi yang juga dilambangkan dengan simbol Ïƒ, Six Sigma juga sering di simbolkan menjadi 6σ. Makin tinggi Sigma-nya, semakin baik pula kualitasnya. Dengan kata lain, semakin tinggi Sigma-nya semakin rendah pula tingkat kecacatan atau kegagalannya. Seperti Tabel konversi Sigma dibawah ini.
Strategi yang dilakukan oleh Six Sigma adalah :

  • Fokus terhadap Kepuasan dan Kebutuhan Pelanggan (Customer Focused)
  • Menurunkan tingkat kecacatan (Reduce Defect)
  • Berkisar di sekitar Pusat Target (Center around Target)
  • Menurunkan Variasi (Reduce Variation)
Konsep dasar dari Six Sigma sebenarnya berasal dari gabungan Konsep TQM (Total Quality Management) dan Statistical Process Control (SPC) dimana kedua konsep tersebut berasal dari pemikiran-pemikiran para pakar seperti Deming, Ishikawa, Walter Shewhart dan Crossby. Dalam perkembangannya, Six Sigma yang mulanya adalah sebuah metric berkembang menjadi sebuah  Metodologi dan saat ini sudah menjadi sebuah Sistem Manajemen.
Dalam Penerapan Six Sigma, target atas kecacatan atau kegagalan proses dikontrol dalam target 3,4 DPMO (Defects per Million Opportunities  atau Kegagalan per sejuta kesempatan) yang artinya dalam 1 Juta unit produk yang diproduksi hanya ada 3,4 unit yang cacat. Berarti perusahaan memproduksi produk dengan tingkat kepuasan pelanggan mencapai 99,9997%.

Tabel Konversi Sigma (Six Sigma)
   

Tingkatan Posisi Six Sigma

Tingkatan Posisi bagi orang dalam Metodologi Six Sigma adalah :

  1. Champion / Sponsor (Top Management)
  2. Master Black Belt
  3. Black Belt
  4. Green Belt
  5. Team Members (Anggota Team)
  6. Proses Owner (Pemilik atau orang yang mengerjakan proses)
Pengetahuan tentang Statistik wajib dimiliki bagi orang yang menggunakan Metodologi Six Sigma ini terutama pada posisi Green Belt, Black Belt dan Master Black Belt.
Untuk mendapatkan sertifikasi  Green Belt, Black Belt dan Master Black Belt diperlukan pelatihan khusus dan di uji oleh badan penguji seperti ASQ (Amerika Serikat) dan SQI (Singapura).


5 Tahap dalam Six Sigma (DMAIC)

Terdapat 5 Tahapan yang dipergunakan Six Sigma dalam penyelesaian masalah dikenal dengan Metode DMAIC , yaitu :

1. DEFINE

Yaitu Tahap pertama dalam Six Sigma untuk mendefinisikan dan menyeleksi permasalahan yang akan diselesaikan beserta Biaya, manfaat dan dampak terhadap Pelanggan (customer)
Alat-alat (Tools) yang digunakan dalam tahapan Define ini antara lain :

  1. Function Deployment Process Map
  2. SIPOC Map (Diagram Supplier, Input, Proses, Output dan Customer)
  3. Pareto Chart
  4. FMEA (Failure Mode Effect Analysis)
  5. Affinity Diagram
  6. Relation Diagram
  7. Cause and Effect Analysis (Fishbone Chart dan Cause and Effect Matrix) 

2. MEASURE

Measurement adalah Tahapan Pengukuran terhadap Permasalahan yang telah didefinisikan untuk diselesaikan. Dalam tahap ini terdapat Pengambilan data yang kemudian Mengukur Karakteristiknya serta kapabilitas dari proses pada saat ini untuk menentukan langkah apa yang harus diambil untuk melakukan perbaikan dan peningkatan selanjutnya.
Alat-alat (Tools) yang digunakan dalam tahapan Measurement adalah :

  1. Cause and Effect Analysis (Fishbone Chart dan Cause and Effect Matrix)
  2. Probability Distributions (Distribusi Probabiliti)
  3. Basic Statistic seperti Mean,  Median dan Modus
  4. Gage Reproducibility and Repeatability (GR&R)
  5. Process Capability 

3. ANALYSIS

Tahapan Analysis adalah tahapan untuk menemukan solusi untuk memecahkan masalah berdasarkan Root Cause (Akar Penyebab) yang telah di-identikasikan. Di dalam Tahapan ini, kita harus dapat menganalisis  dan melakukan validasi terhadap Akar Permasalahan (Root Causes) atau Solusi  melalui pernyataan-pernyataan Hypothesis.
Alat-alat (Tools) yang digunakan dalam tahapan Analysis adalah :

  1. Uji Hipotesis (Hypothesis Testing)
  2. Regression
  3. Correlation Analysis
  4. ANOVA (Analysis of Variance)
  5. Multi-Vari Analysis
  6. Contingency Table

 4. IMPROVE

Setelah mendapat Akar Permasalahan dan Solusi serta men-validasi-nya, tahap selanjutnya adalah melakukan tindakan perbaikan terhadap permasalahan tersebut dengan melakukan pengujian dan percobaan untuk dapat meng-optimasi-kan solusi tersebut sehingga benar-benar bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan yang kita alami.
Di Tahap Improvement, alat yang digunakan adalah DOE atau Design of Experiment yang terdiri dari :

  1. Factorial Design
  2. General Full Factorial Design
  3. Fractional Factorial Design
  5. CONTROL
Tujuan dari tahapan Control adalah untuk menetapkan Standarisasi serta mengontrol dan mempertahankan Proses yang telah diperbaiki dan ditingkatkan tersebut dalam jangka panjang dan mencegah potensi permasalahan yang akan terjadi di kemudian hari ataupun ketika ada pergantian proses, tenaga kerja maupun pergantian manajemen.
Alat-alat (Tools) yang digunakan dalam tahapan Control adalah :

  1. Poke Yoke (Mistake Proofing)
  2. Process Control Plan
  3. Process Control Chart 

Sumber : http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-six-sigma-5-tahapan-six-sigma-dmaic/ [Jum'at, 22 April 2016 - 13:22]

Tuesday, March 22, 2016

Manajemen Layanan Sistem Informasi & Kerangka Kerja


I. Manajemen Layanan Sistem Informasi ?



Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

  • Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.


Menurut Francisco Proses Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap nilai dan jasa



Manajemen layanan teknologi informasi (Information Technology Servide Management (ITSM)), yaitu metode pengelolaan sistem teknologi informasi yang terpusat pada perspektif konsumen layanan teknologi informasi terhadap bisnis perusahaan. Pada saat sekarang ini, banyak perusahaan yang menggunakan ITSM itu untuk menunjang usaha mereka agar lebih baik lagi. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan yang baik tentang memanajemen layanan teknologi informasi itu sendiri.

Beberapa proses dari ITSM itu yaitu:

  • Bagaimana menjaga keseimbangan antara bisnis layanan teknologi informasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan customer.
  • Melayani dengan TI yang berkualitas dan dengan harga yang sesuai dengan keefektifan TI yang diberikan.
  • Membina kerjasama yang baik antara pihak suplier dan customer dengan tidak saling mengecewakan dan dapat memberikan layanan yang terbaik. 
  • Membina dan melayani dengan tingkat kemampuan melayani sebaik- baiknya customer yang nantinya akan mempengaruhi terhadap kepuasan yang akan didapatkan customer tersebut.

Manajemen layanan teknologi informasi ini dibutuhkan hampir disemua pihak baik itu user individual, user manajemen, unit non TI ataupun manajemen paling atas. Dalam hal ini, user individual adalah pegawai yang harus dilayani oleh unit TI. Oleh karena itu perusahaan harus bisa menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan pelayanan dari unit TI tersebut. Misalnya saja unit penjualan mendapatkan layanan payroll. Namun ia hanya terbatas untuk mengetahui besar payroll yang dibayarkan kepada dia saja, tanpa dia bisa mengetahui gaji ataupun fitur lain dari pegawai lain karena untuk yang itu hanya dikuasai oleh HRD. Untuk itu, keperluan TI dipilih-pilih sesua kebutuhannya saja. Beberapa layanan TI yang digunakan seperti penggunaan komputer,print-sharing,internet maupun software bisnis tertentu.


Di sini juga ada hal yang mempengaruhi tantangan dalam manajemen layanan teknologi informasi, yaitu:

  1. Menjaga jalannya layanan TI setiap saat.
  1. Mengoptimalkan biaya TI.
  1. Mengelola resiko dan kompleksitas TI.
  1. Mencapai kepatuhan hukum dan peraturan.
  1. Mengelola perubahan volume yang lebih tinggi. 
  1.  Menyelaraskan layanan TI dengan kebutuhan bisnis.



Di sini juga ada Teknologi Informasi Infrastruktur Library atau biasa disebut ITIL. Ini merupakan rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi TI. ITIL diterbitkan dalam suatu buku yang membahas suatu topik pengelolaan TI yang isinya memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktek TI. ITIL dipublikasikan pertama kali yaitu 1989-1996.

 

 1. Service Strategy

Ini merupakan inti dari ITIL Service Life Cycle yang memberikan panduan kepada pengimplementasian ITSM . Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar konsep ITSM, acuan, serta proses-proses inti.

Proses di dalamnya yaitu:
- Service Portofolio Management.
- Financial Management.
- Demand Management.



2. Service Design

Agar layanan TI dapat memberikan manfaat pada bisnis, layanan TI harus terlebih dahulu didesain dengan tujuan bisnis dari pelanggannya. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk bisa secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI.

Proses di dalamnya yaitu:

- Service Catalog Management.
- Service Level Management.
- Supplier Management.
- Capacity Management.
- Availability Management.
- IT Service Countinuity Management.
- Information Security Management.



3. Service Transition


Menyediakan panduan kepada organisasi TI agar dapat mengembangkan kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI. Tahapan ini menggambarkan bagaimana sebuah kebutuhan didefinisikan dalam Service Strategy, lalu dibentuk dalam Service Design dan selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation

Proses di dalamnya yaitu:

  • Transation Planning and Support.
  • Change Management.
  • Service Assset and Configuration Management.
  • Release and Deployment Management.
  • Service Validation.
  • Evaluation. 
  • Knowledge Management.



4. Service Operational


Ini adalah tahapan life cycle yang mencakup semua kegiatan operasional layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat beberapa panduan-panduan untuk mengelola layanan TI secara efisien.

Proses di dalamnya:

  • Event Management.
  • Incident Management.
  • Problem Management.
  • Request Fulfillment.
  • Access Management.

5. Continual Service Improvement (CSI)




II. Kerangka Kerja Sistem Informasi


Kerangka kerja ini akan memberikan gambaran area-area utama pengetahuan sistem informasi bisnis yang dibutuhkan oleh praktisi bisnis. Sebagai seorang manajer atau seorang praktisi bisnis, tidak harus menyerap semua pengetahuan ini. Jadi yang perlu diteknkan disini adalah; apa yang perlu diketahui agar seorang manajer dapat membantu mengelola hardware, software, data dan sumber daya jaringan bisnis dapat digunakan demi keberhasilan strategis perusahaan.


Yang pertama Konsep-konsep dasar

Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan pernanan sistem informasi. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar berasal dari teori sistem umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.


Yang kedua, Teknologi Informasi

Konsep-konsep utama, pengembangan dan berbagai isu manajemen teknologi informasi, meliputi hardware, software, jaringan, manajemen sumber daya (data) dan teknologi berbasis internet.


Yang ketiga, Aplikasi Bisnis

Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan kompetitif. Aplikasi teknologi informasi dlam bidang fungsional bisnis seperti pemasaran, produksi, dan akuntansi serta aplikasi perusahaan lintas fungsi seperti manajemen hubungan dengan pelanggan dan perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprise resource planning-ERP). Aplikasi e-commerce yang kebanyakan digunakan perusahaan untuk membeli dan menjual berbagai produk di internet. Penggunaan sistem informasi dan teknologinya untuk mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis.

Peran utama Sistem Informasi (aplikasi bisnis)

  1. Mendukung proses dan operasi bisnis, toko ritel menggunakan SI berbasis computer untuk menelusuri persediaan barang, mencatat pembelian barang, evluasi penjualan,dll.
  1. Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya, keputusan mengenai penambahan jumlah persediaan barang, jenis investasi barang yang dibutuhkan dll.
  1. Mendukung berbagai strategi untuk keperluan kompetitif, misalnya memberikan pelayanan yang mudah  pembelian secara online, dll.

Yang keempat, Proses Pengembangan

Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencankan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis. Metodologi pengembangan siklus hidup pengembangan sistem dan pendekatan prototype untuk pengembangan aplikasi bisnis, juga memahami berbagai isu bisnis yang terdapat dalam pengembangan SI.

Yang kelima, Tantangan Manajemen

Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkat pemakai akhir, perusahaan dan global dalam bisnis. Tantangan keamanan dan berbagai isu manajemen keamanan dalam penggunaan teknologi informasi.

https://ikhs.files.wordpress.com/2010/09/gambar1.jpg



kerangka kerja sistem informasi (http://stillstudy.blogspot.com/)


Sumber referensi :

  1. Sistem Informasi Manajemen [https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen] 22 Maret 2016
  1. Pengantar Sistem Informasi (James A. O’Brien) [http://catalogs.mhhe.com/mhhe] 22 Maret 2016
  1. Manajemen Layanan Sistem Informasi [http://nindyasne.blogspot.co.id/2016/03/manajemen-layanan-sistem-informasi.html] 22 Maret 2016
  1. Manajemen Layanan Teknologi Informasi [https://wawanzone.wordpress.com/2011/03/02/manajemen-layanan-teknologi-informasi/] 22 Maret 2016